Contoh Surat Cinta untuk MOS 11
Kamu, sosok yang dapat kuperhatikan dari kejauhan.
Tak ada tindakan lain yang dapat aku lakukan selain memandangmu dari kejauhan. Tiada cara lain yang dapat aku terapkan, selain memperhatikan senyuman…mu. Hanya itu yang dapat aku lakukan, hanya itu yang dapat aku laksanakan. Aku, adik kelas cupu yang mungkin hanya segelintir dari ribuan penggemarmu, tiada apa-apanya, tiada lebih-lebihnya. Aku penggemarmu yang bodoh, aku pengangummu yang pengecut. Hanya dapat memandangmu dari kejauhan, tanpa ada suatu tindakan lebih… mencari tahu siapa namamu misalnya. Nyaliku pun rasanya tak mencukupi untuk melakukan suatu perjuangan… mengetahui kelasmu dimana misalnya. Aku tidak peduli. Aku tidak ambil pusing. Intinya, senyum manismu itu bisa memperbalikan nasib malangku sebagai penggemar tolol menjadi orang yang beruntung karena dapat selalu menikmati senyum manismu itu…. meski dari kejauhan.
Rasanya saat berada didekatmu itu….
Aku fikir, aku hanyalah siswa baru yang dapat memandang senyum manismu itu dari kejauhan. Aku berkecap, diriku ini adalah anak yang tak bisa berada didekatmu, meski tanpa perkenalan.
Iya, awalnya aku memang beranggapan dan berfikir seperi itu. Namun aku salah. Salah. Ternyata, Tuhan berbaik hati denganku. Ternyata Tuhan melihatku ketika aku berdiri mematung memandang sosokmu dari kejauhan. Ternyata Tuhan mengerti! Ya, akhirnya tanpa ada angin atau badai apapun, aku bisa memandangmu senyummu dari dekat! Tanpa ada sekat! Kamu disana, aku disini. Meski aku sadar, engkau tak mengenal siapa diriku ini.
Engkau tahu kakak kelas yang kukagumi? Tenggorokan ku tercekat… tak tahu harus berkomentar apa saat memandangmu. Hormon adrenalinku memacu jantungku berdegup dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Aliran darahku mengalir mendesir deras dalam pembuluh nadiku. Iya, aku sangat salah tingkah berada didekatmu. Aku terus sibuk menata degupan jantungku ini untuk tetap berdetak teratur, sedangkan kamu disana, asyik dengan duniamu—tanpa memperhatikan diriku yang terus saja salah tingkah menatapmu. Aku tak peduli, yang jelas aku bahagia, sangat bahagia, bisa memandang senyummu.. tanpa ada sekat yang menganggu pandanganku kepadamu…
Aku berharap suratku ini, bisa membuatmu tahu akan diriku… meski tiada tanggapan lebih darimu.
Jemariku terus asik menulis. Rasanya rentetan huruf ini tak membuatku lelah sedikitpun akan menulis surat untuk sosok dirimu yang kukagumi. Namun otakku rasanya capek, jika setiap kata yang keluar harus aku saring beberapa kali agar tidak terlihat bodoh dihadapanmu.
Disini, disurat yang kutulis. Aku hanya berharap, dirimu yang aku kagumi bisa membaca pengertian kekagumanku kepada dirimu dengan kata-kata yang mewakili perasaanku. Meski tanpa ada tatapan, ucapan, ataupun perkenalan.
WithLove
Artikel Terkait
SuratCinta1 | SuratCinta2 | SuratCinta3 | SuratCinta4 | SuratCinta5 | SuratCInta6 |
SuratCInta7 | SUratCinta8 | SuratCinta9 | SuratCinta10 | SuratCinta11
